Mengintip Adat Lamaran Jawa Yang Unik

Thursday, July 25th, 2019 - Adat Istiadat

Adat Lamaran Jawa – Prosesi lamaran pernikahan adalah sebuah acara yang sangat dinantikan oleh para calon pengantin beserta dengan keluarganya. Nah, pada saat lamaran inilah, pihak keluarga pria dengan secara resmi telah meminang sang mempelai wanita untuk bisa memasuki sebuah jenjang pernikahan. Pada umumnya, acara lamaran ini dilakukan kurang lebih tiga sampai enam bulan sebelum akhirnya hari pernikahan diadakan.

Lamaran Adat Jawa Modern

Lamaran Adat Jawa Modern

Ada beragam tradisi pernikahan yang seringkali menimbulkan sebuah kebingungan pada saat menyusun konsep dan rundown acara lamaran ini. Padahal, secara garis besar ada acara yang bisa diterapkan untuk lamaran dengan menggunakan adat apa pun. Simak saja artikel berikut ini untuk bisa mendapatkan gambaran umum tentang susunan acara lamaran yang lazimnya diadakan di negara Indonesia.

  1. Kedatangan Keluarga Mempelai Pria

    1 Kedatangan Keluarga Mempelai Pria

    Kedatangan Keluarga Mempelai Pria

Prosesi lamaran akan dimulai saat keluarga mempelai pria telah tiba di rumah mempelai wanitanya. Selanjutnya, pihak mempelai wanita tentunya akan menyambut dan mempersilakan keluarga dari mempelai pria masuk ke dalam rumah atau venue lain dimana acara akan dilangsungkan. Selain dari keluarga inti, untuk calon mempelai pria pada umumnya akan didampingi rombongan keluarga besar. Kemudian, pihak keluarga pria ini membawa serta beberapa hantaran atau pun seserahan untuk bisa melamar sang mempelai wanitanya.

  1. Pembukaan Acara Lamaran

    2 Pembukaan Acara Lamaran

    Pembukaan Acara Lamaran

Setelah akhirnya kedua belah keluarga ada di dalam rumah, maka prosesi lamaran nya akan dibuka dengan kata sambutan oleh si pembawa acara. Pembawa acara kemudian menyampaikan ucapan selamat datang dan juga terima kasih atas kehadiran dari seluruh pihak dengan disertai doa. Pembawa acara nantinya akan menjelaskan urutan acara lamaran dengan secara singkat. Pada umumnya, akan diselipkan pula sedikit nasihat dan cerita singkat dari kedua calon mempelai yang akan menikah. Selanjutnya, ia pun menanyakan maksud dan kedatangan dari keluarga pria ke kediaman keluarga si wanita nya.

  1. Pengutaraan Maksud Keluarga Pria

    3 Pengutaraan Maksud Keluarga Pria

    Pengutaraan Maksud Keluarga Pria

Memasuki inti acara lamaran, perwakilan dari pihak keluarga mempelai pria yang mengutarakan maksud dan kedatangan mereka, yakni melamar mempelai wanita. Kemudian, ia nantinya akan menanyakan kesediaan dari mempelai wanita untuk dinikahi oleh mempelai pria.

  1. Penyampaian Jawaban Oleh Keluarga Wanita

    4 Penyampaian Jawaban Oleh Keluarga Wanita

    Penyampaian Jawaban Oleh Keluarga Wanita

Prosesi lamaran ini akan dilanjutkan dengan jawaban perwakilan dari keluarga wanita. Jika, lamarannya diterima, maka pihak keluarga wanita akan memberikan jawaban yang menyambut baik tentang rencana pernikahan diantara kedua mempelai tersebut.

  1. Pemberian Seserahan Kepada Keluarga Wanita

    5 Pemberian Seserahan Kepada Keluarga Wanita

    Pemberian Seserahan Kepada Keluarga Wanita

Setelah menerima jawaban, sang ibu dari mempelai pria akan memberikan seserahan atau pun peningset pada ibu dari mempelai wanita. Seserahan itu tentunya memiliki makna yang simbolis sebagai sebuah tanda keseriusan dari pihak keluarga pria dalam meminang si mempelai wanitanya. Sesuai dengan kesepakatan diantara kedua keluarga, seserahan itu pada umumnya diikuti dengan rangkaian hantaran yang lainnya yang berisikan makanan dan juga kebutuhan sehari-hari dari sang mempelai wanita.

  1. Pemberian Perhiasan Secara Simbolis

    6 Pemberian Perhiasan Secara Simbolis

    Pemberian Perhiasan Secara Simbolis

Jika akan dilakukan prosesi tukar cincin tunangan, maka inilah saat untuk melangsungkannya. Pada umumnya, si ibu dari sang mempelai wanita akan memasangkan cincin terhadap mempelai pria dan sebaliknya. Namun, tradisi ini tentunya bukan keharusan dalam sebuah acara lamaran.  Karena terkadang, sang pasangan hanya melakukan tukar cincin kawin pada saat upacara pernikahan. Ini semua tergantung dari adat yang telah dipilih dan kesepakatan diantara kedua belah pihak. Adapun cincin tunangan ini bisa digantikan dengan perhiasan atau benda yang lain yang bersifat simbolik, diantaranya seperti kalung, gelang, ataupun kain tradisional.

  1. Perkenalan Keluarga

    7 Perkenalan Keluarga

    Perkenalan Keluarga

Pihak mempelai pria memperkenalkan para anggota keluarganya yang hadir, kemudian diikuti perkenalan pihak mempelai wanita. Pada umumnya, sesi perkenalan keluarga ini bersifat lebih informal, karena akan diiringi dengan canda tawa sebagai salah satu bentuk ice-breaking.

  1. Penutupan Acara Lamaran

    8 Penutupan Acara Lamaran

    Penutupan Acara Lamaran

Prosesi lamaran kemudian ditutup dengan doa singkat agar seluruh perencanaan acara pernikahan nantinya bisa berjalan dengan lancar. Kemudian foto bersama seluruh keluarga terkadang juga dilakukan sebelum akhirnya pihak mempelai wanita mempersilakan para tamunya menyantap semua hidangan yang sudah tersedia.

  1. Acara Makan Bersama

    9 Acara Makan Bersama

    Acara Makan Bersama

Sebagai salah satu wujud perayaan akan berakhirnya proses lamaran, yaitu kedua keluarga menikmati santapan siang atau pun santap malam bersama. Acara makan-makan ini pun juga akan menjadi kesempatan bagi kalangan para tamu untuk bisa saling mengenal dan juga mengobrol dengan jaug lebih santai.

  1. Pemberian Seserahan Kepada Keluarga Mempelai Pria

Pihak keluarga dari mempelai pria akhirnya  bersiap-siap meninggalkan rumah si mempelai wanita. Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, sang keluarga wanita akan memberikan seserahan balasan yang berisi dengan makanan atau pun kebutuhan sehari-hari dari sang mempelai pria.

Jenis Peningset Dari Adat Lamaran Jawa

  • Peningset Utama

Berupa cincin polos tanpa mata (sesupeseser) dan seperangkat perlengkapan sandang mempelai wanita, seperti setagen, kain batik truntum, sindur (selendang panjang berwarna merah putih), dan semekan atau penutup payudara.

  • Peningset Abob-Abon / Akar-Akar Pengikat

Terdiri dari jeruk gulung / jeruk Bali, tebu wulung / tebu hitam, sekul golong / nasi (dibentuk bulatan bulatan dan seiap dua bulatan dibungkus dengan daun pisang), pisang mas, dan juga perlengkapan makan sirih.

  • Pengiring Paningset / Paningset Pengiring

Yaitu berbagai macam hasil bumi, seperti beras, umbi-umbian, dan yang lain sebagainya. Ini bertujuan untuk membantu meringankan anggaran dari tuan rumah dalam penyelanggaraan hajat nantinya. Namun di zaman sekarang ini, paningset pada umumnya akan ditambah dengan perhiasan untuk sang calon pengantin wanita, seperangkat pakaian dalam wanita, dan perlengkapan sandang untuk kedua orangtua dari calon pengantin wanita. Namun,  paningset pengiring pun saat ini kebanyakan juga sudah diganti dengan uang untuk bisa membantu penyelenggaraan dari perkawinan.

Adat Lamaran Jawa

Bawaan Untuk Lamaran Adat Jawa

Bawaan Untuk Lamaran Adat Jawa

Lamaran Adat Jawa Sederhana

Lamaran Adat Jawa Sederhana

Macam Hantaran Lamaran Adat Jawa

Macam Hantaran Lamaran Adat Jawa

Rundown Lamaran Adat Jawa

Rundown Lamaran Adat Jawa

Ubo Rampe Lamaran Adat Jawa

Ubo Rampe Lamaran Adat Jawa

Upacara Lamaran Adat Jawa

Upacara Lamaran Adat Jawa

Upacara Pengantin Adat Jawa Lamaran

Upacara Pengantin Adat Jawa Lamaran

Pictures gallery of Mengintip Adat Lamaran Jawa Yang Unik

  • Upacara Pengantin Adat Jawa Lamaran
  • Upacara Lamaran Adat Jawa
  • Ubo Rampe Lamaran Adat Jawa
  • Rundown Lamaran Adat Jawa
  • Macam Hantaran Lamaran Adat Jawa
  • Lamaran Adat Jawa Sederhana
  • Lamaran Adat Jawa Modern
  • Bawaan Untuk Lamaran Adat Jawa
  • 9 Acara Makan Bersama
  • 8 Penutupan Acara Lamaran
  • 7 Perkenalan Keluarga
  • 6 Pemberian Perhiasan Secara Simbolis
  • 5 Pemberian Seserahan Kepada Keluarga Wanita
  • 4 Penyampaian Jawaban Oleh Keluarga Wanita
  • 3 Pengutaraan Maksud Keluarga Pria
  • 2 Pembukaan Acara Lamaran
  • 1 Kedatangan Keluarga Mempelai Pria
Mengintip Adat Lamaran Jawa Yang Unik | budaya | 4.5